PRAMUKA KHUSUS

(ikhwan dan akhwat)

Pramuka adalah ekstrakurikuler wajib di SMA Plus Cendekia Cikeas yang menjadi sarana utama dalam membentuk jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial siswa. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan penuh tantangan, Pramuka mendorong siswa untuk belajar dari pengalaman, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan seperti pelatihan baris-berbaris, pertolongan pertama, penjelajahan, hingga proyek sosial menjadikan ekskul ini sebagai bagian penting dari pendidikan karakter di sekolah.


Sebagai bagian dari program pendidikan nasional, ekskul Pramuka di SMA Plus Cendekia Cikeas hadir untuk memperkuat nilai-nilai dasar kepramukaan yang meliputi kedisiplinan, kerja sama tim, jiwa kepemimpinan, serta semangat cinta tanah air. Ekskul ini aktif menggelar latihan mingguan, pelatihan intensif, serta kegiatan luar sekolah seperti camping, lomba kepramukaan, dan pengabdian masyarakat.


Melalui Pramuka, siswa tidak hanya dibekali keterampilan hidup yang praktis, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab. Dengan sistem pembinaan berjenjang dan pendekatan yang inspiratif dari para pembina, ekskul ini selalu berhasil menarik minat siswa dari berbagai angkatan untuk terus aktif dan berkembang bersama.

Galeri Kegiatan

Keikutsertaan dan Prestasi

Ekskul Pramuka SMA Plus Cendekia Cikeas aktif mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan kepramukaan tingkat daerah hingga nasional. Salah satu bentuk partisipasi yang membanggakan adalah keikutsertaan dalam Lomba Tangkas Penggalang (LTP) IV, di mana anggota Pramuka menunjukkan semangat, keterampilan, dan kerja sama tim yang luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan perlombaan.


Selain aktif sebagai peserta, ekskul Pramuka juga dipercaya sebagai penyelenggara kegiatan besar, yaitu Perlombaan Pramuka Galang Mandiri, sebuah ajang kompetisi untuk pramuka penggalang dari berbagai sekolah yang melibatkan banyak peserta dan panitia internal dari siswa. Kesuksesan dalam menyelenggarakan acara ini menjadi bukti kemampuan siswa dalam kepemimpinan, koordinasi, dan tanggung jawab sosial.


Melalui berbagai keikutsertaan dan inisiatif mandiri tersebut, ekskul Pramuka tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang aktualisasi diri yang menjadikan siswa lebih siap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dan berkarakter.

Profil Pembina

Ustadz Miftah Faridh adalah sosok pembina Pramuka di SMA Plus Cendekia Cikeas yang dikenal tegas, inspiratif, dan berdedikasi tinggi dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan kepramukaan. Dengan pengalamannya di dunia pendidikan dan kepramukaan, beliau membimbing siswa tidak hanya dalam aspek teknis seperti baris-berbaris, penjelajahan, dan pertolongan pertama, tetapi juga dalam nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air.


Di bawah bimbingan Ustadz Miftah, ekskul Pramuka berkembang menjadi salah satu kegiatan unggulan yang aktif dalam berbagai kegiatan luar sekolah. Beliau juga menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan berbagai event seperti Lomba Tangkas Penggalang IV dan penyelenggaraan Perlombaan Pramuka Galang Mandiri, yang memperkuat posisi Pramuka sebagai ekskul yang berprestasi sekaligus bermakna secara sosial.


Gaya pembinaannya yang berjenjang, disiplin, namun tetap membangun keakraban membuat siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk berkembang. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, Ustadz Miftah terus mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan berjiwa pemimpin.

Testimoni Anggota

Jibril Gautama, Siswa Kelas 10
“Ikut pramuka bikin aku jadi pribadi yang lebih mandiri dan disiplin. Banyak pengalaman seru yang aku dapetin, mulai dari kemah, latihan baris-berbaris, sampai kerja tim yang solid!”

 

Noval Kemal, Siswa Kelas 11
“Pramuka itu bukan cuma soal tali-temali atau baris-berbaris, tapi soal karakter. Di sini aku belajar tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan yang kepakai juga di kehidupan sehari-hari.”


Aura Balqis, Siswi Kelas 12
“Aku suka banget ikut pramuka karena suasananya seru dan penuh kebersamaan. Kita belajar bertahan di alam, gotong royong, dan pastinya jadi lebih dekat sama teman-teman satu regu.”